Rabu, 07 Maret 2012

Buruk itu mungkin Baik, Baik itu mungkin Buruk

Buruk itu mungkin bukannya buruk, ia mungkin baik; baik itu mungkin bukannya baik, ia mungkin buruk.
“Setiap kesusahan, setiap kegagalan, setiap kecacatan, setiap penyakit jasmani, setiap keadaan dan pengalaman tidak menyenangkan, memiliki faedah yang sepadan, sering kali dalam bentuk tersembunyi.

Sering memang kita alami suatu kejadian yang membuat kita jengkel atau pun marah bahkan menyesal kepada suatu kejadian. Seperti “Kenapa ya ko’ begini,  knapa ya ko’ begitu, kenapa ini terjadi kepada ku,  coba aku yang begini, coba aku yang begitu, dst”. Dan pada suatu kesempatan yang lain semua itu berubah menjadi sebuah rasa syukur, “Untung dulu aku tidak seperti ini (padahal dulu sangat mengharapkannya), untung dulu sperti itu, dst”.
Dan begitu pula sebaliknya pada suatu saat kalian sangat senang atau bahagia dengan yang terjadi,  dan pada kesempatan yang lain kalian malah menyesal, “ coba dulu aku…, mending aku begini  dulu daripada harus begini sekarang, dst.


Cerita :
                Pada suatu hari ada orang tua telah kehilangan kudanya. Para tetangga semuanya datang untuk menghibur hatinya. Tetapi orang tua itu berkata, “itu mungkin kejadian yang baik”. Beberapa bulan kemudian, kuda pulang dengan sendirinya dan membawa seekor kuda lain yang bagus sekali. Tetangganya kini datang untuk mengucapkan selamat kepadanya. Tetapi ia berkata, “ini mungkin kejadian yang buruk”. Suatu hari, anak laki-laki orang tua itu keluar menunggang kuda yang bagus itu. Kuda berlari terlalu kencang, dan anaknya jatuh terpelanting dan patah kakinya, lalu menjadi pincang dan cacat.

Jadi, bagaimana pendapat kalian…

Wassalam,,
Widya Eka Kurniasari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar